Jumat, 26 Desember 2025

Akhir Penantian Panjang di Old Trafford: Makna Mendalam di Balik Clean Sheet Perdana Ruben Amorim Bersama Manchester United

Akhir Penantian Panjang di Old Trafford: Makna Mendalam di Balik Clean Sheet Perdana Ruben Amorim Bersama Manchester United

​Minggu sore di Old Trafford, 1 Desember 2024, menjadi lebih dari sekadar perayaan tiga poin bagi Manchester United. Kemenangan telak 4-0 atas Everton pada pekan ke-13 Premier League memang menyajikan kegembiraan lewat dua gol Marcus Rashford dan dua gol Joshua Zirkzee. Namun, bagi mereka yang mengamati perjalanan terjal Setan Merah musim ini, angka yang paling signifikan di papan skor bukanlah '4', melainkan '0'.

​Di bawah asuhan manajer baru, Ruben Amorim, Manchester United akhirnya berhasil melakukan sesuatu yang terasa sangat asing dalam beberapa bulan terakhir: menjaga gawang mereka tetap perawan di kompetisi liga. Clean sheet, atau catatan nirbobol ini, bukan sekadar statistik tambahan; ini adalah simbol dari fondasi baru yang sedang dibangun di "Theatre of Dreams", sebuah hembusan napas lega setelah periode turbulensi pertahanan yang panjang.

​Artikel ini akan menyelami lebih dalam mengapa clean sheet melawan The Toffees ini menjadi begitu krusial, bagaimana sistem taktis Ruben Amorim mewujudkannya, dan apa artinya bagi masa depan United di sisa musim ini.

man united vs newcastle

Deskripsi Gambar 1: Suasana di Old Trafford saat Manchester United memastikan kemenangan 4-0 atas Everton, sebuah laga yang menandai kembalinya stabilitas pertahanan.

​Oase di Tengah Gurun Pertahanan yang Gersang

​Untuk memahami betapa pentingnya clean sheet ini, kita harus menengok ke belakang, pada jejak rekam pertahanan United yang memprihatinkan di awal musim 2024/2025.

​Sebelum peluit akhir berbunyi melawan Everton, terakhir kali pendukung Manchester United melihat kiper mereka, Andre Onana, tidak memungut bola dari gawangnya di ajang Premier League adalah pada pekan pembuka musim ini. Kala itu, di bulan Agustus yang hangat, United menang tipis 1-0 atas Fulham.

​Sejak saat itu, yang terjadi adalah parade kesalahan defensif, ketidakberuntungan, dan kerapuhan struktural. Antara kemenangan atas Fulham dan kemenangan atas Everton, United melalui 10 pertandingan liga berturut-turut tanpa pernah merasakan clean sheet. Dalam periode kelam tersebut, gawang mereka kebobolan total 15 gol.

​Itu adalah statistik yang tidak bisa diterima bagi klub dengan ambisi finis di empat besar. Setiap pekan, narasi yang berulang adalah tentang betapa mudahnya lawan menembus lini belakang United, entah itu melalui serangan balik cepat, kesalahan individu pemain bertahan, atau kegagalan mengantisipasi bola mati.

​Bahkan jika kita memperluas cakupan ke semua kompetisi, catatan nirbobol terakhir United sebelum melawan Everton terjadi saat melawan PAOK di Liga Europa, delapan pertandingan sebelumnya. Kehadiran Ruben Amorim, yang menggantikan Erik ten Hag, membawa ekspektasi tinggi untuk segera memperbaiki kebocoran ini. Namun, di laga debutnya di Premier League (imbang 1-1 melawan Ipswich) dan laga berikutnya melawan Bodo/Glimt (menang 3-2), gawang United masih ternoda.

​Oleh karena itu, ketika peluit panjang berbunyi melawan Everton dan angka '0' tetap bertahan di papan skor, rasanya seperti beban berat telah terangkat dari pundak seluruh skuad dan para penggemar.

​Blueprint Taktis Amorim: Tiga Bek yang Menjanjikan Kestabilan

​Perubahan paling drastis yang dibawa Ruben Amorim ke Manchester United adalah formasi dasarnya. Dikenal dengan kesuksesannya menggunakan skema tiga bek di Sporting CP, Amorim tidak membuang waktu untuk mengimplementasikan filosofi tersebut di Old Trafford.

​Melawan Everton, Amorim menurunkan trio lini belakang yang terdiri dari Noussair Mazraoui di kanan, Matthijs de Ligt di tengah sebagai komandan, dan Lisandro Martinez di kiri. Ini adalah kombinasi yang menarik dan menunjukkan fleksibilitas taktis Amorim.

Akhir Penantian Panjang di Old Trafford: Makna Mendalam di Balik Clean Sheet Perdana Ruben Amorim Bersama Manchester United

Deskripsi Gambar 2: Matthijs de Ligt dan Lisandro Martinez menjadi pilar utama dalam formasi tiga bek Ruben Amorim, memberikan ketenangan dan agresi yang diperlukan di lini belakang.

​Mazraoui, yang sejatinya adalah seorang bek sayap kanan (full-back), diinstruksikan bermain lebih ke dalam sebagai bek tengah bagian kanan (right-sided center-back). Peran hibrida ini memungkinkannya untuk membantu De Ligt dalam fase bertahan, tetapi juga memberinya lisensi untuk membawa bola ke depan dan mendukung serangan dari area half-space ketika United menguasai bola.

​Di tengah, Matthijs de Ligt akhirnya menunjukkan mengapa United mendatangkannya dari Bayern Munich. Dalam sistem tiga bek, De Ligt tampak lebih nyaman. Ia menjadi pemimpin vokal yang mengatur garis pertahanan, kuat dalam duel udara, dan tegas dalam memotong jalur umpan lawan.

​Sementara itu, kembalinya Lisandro Martinez di sisi kiri memberikan keseimbangan yang krusial. Agresi dan kemampuan "Licha" dalam mendistribusikan bola dari belakang menjadi kunci dalam memulai serangan, sekaligus menjadi tembok kokoh bagi penyerang Everton.

​Sistem tiga bek ini memberikan perlindungan ekstra bagi Andre Onana. Jarak antar pemain bertahan menjadi lebih rapat, dan ada kejelasan tanggung jawab yang tampaknya hilang di era sebelumnya. Ketika salah satu bek tengah keluar menekan lawan, masih ada dua bek lain yang siap melapis.

​Peran Krusial Andre Onana dan Disiplin Kolektif

​Tentu saja, sebuah clean sheet tidak akan terjadi tanpa kontribusi kiper. Andre Onana layak mendapatkan pujian khusus pada laga ini.

​Meski United mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, Everton bukannya tanpa perlawanan. The Toffees beberapa kali mengancam melalui serangan balik dan situasi bola mati. Di sinilah peran Onana menjadi vital. Kiper asal Kamerun tersebut mencatatkan tiga penyelamatan penting yang menjaga momentum tetap berada di pihak tuan rumah.

​Penyelamatan-penyelamatan ini mungkin tidak terlihat spektakuler, namun krusial dalam menjaga ketenangan tim. Ketika sebuah tim sedang dalam tren negatif dalam hal kebobolan, satu gol mudah dari lawan bisa meruntuhkan mentalitas bertanding. Onana memastikan hal itu tidak terjadi.

​Lebih dari sekadar aksi individu, clean sheet ini adalah hasil dari disiplin kolektif. Para pemain sayap (wing-back) seperti Diogo Dalot dan Amad Diallo (yang kemudian digantikan) rajin turun membantu pertahanan. Lini tengah yang digalang oleh Casemiro dan Kobbie Mainoo juga bekerja keras menutup ruang di depan kotak penalti, membatasi Everton untuk melepaskan tembakan jarak jauh.

man utd vs newcastle

Deskripsi Gambar 3: Manajer Ruben Amorim terus memberikan instruksi dari pinggir lapangan, memastikan struktur taktis 3-4-3/3-4-2-1 berjalan sesuai rencana untuk mengamankan gawang dari kebobolan.

​Fondasi Kuat Melahirkan Serangan yang Mematikan

​Ada pepatah lama di sepak bola: "Pertahanan memenangkan gelar, penyerangan memenangkan pertandingan." Namun, di era sepak bola modern yang menekankan transisi cepat, kedua aspek ini tidak bisa dipisahkan.

​Kemenangan 4-0 ini adalah bukti nyata bahwa pertahanan yang solid adalah katalisator terbaik untuk serangan yang efektif. Ketika para pemain penyerang seperti Rashford, Zirkzee, dan Bruno Fernandes tahu bahwa ada tembok kokoh di belakang mereka yang tidak mudah ditembus, mereka bermain dengan kebebasan dan kepercayaan diri yang lebih besar.

​Mereka tidak lagi terbebani oleh ketakutan bahwa satu kesalahan di lini depan akan langsung dihukum menjadi gol di lini belakang. Kepercayaan diri ini terlihat jelas dalam cara Rashford mencetak gol-golnya, serta ketenangan Zirkzee dalam menyelesaikan peluang.

​Stabilitas di belakang memungkinkan United untuk melakukan pressing lebih tinggi di lapangan. Ketika mereka memenangkan bola di area lawan, transisi ke serangan menjadi lebih mematikan karena mereka memiliki struktur yang mendukung di belakang.

​Kesimpulan: Awal Baru, Bukan Hasil Akhir

Clean sheet melawan Everton adalah tonggak sejarah penting di awal era Ruben Amorim. Ini adalah bukti konsep (proof of concept) bahwa sistem tiga bek yang dibawanya bisa bekerja di kerasnya Premier League. Ini menghentikan pendarahan defensif yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan memberikan suntikan moral yang masif bagi skuad yang sempat krisis kepercayaan diri.

​Namun, penting untuk diingat bahwa ini baru satu pertandingan. Everton, dengan segala hormat, bukanlah tim dengan serangan paling menakutkan di liga saat ini. Ujian yang jauh lebih berat akan datang ketika United menghadapi tim-tim dengan kualitas serangan yang lebih tinggi seperti Arsenal, Manchester City, atau Liverpool.

​Meskipun demikian, tidak ada yang bisa menyangkal pentingnya momen ini. Setelah 10 pertandingan liga yang menyiksa, melihat angka '0' di kolom kebobolan adalah pemandangan yang paling indah bagi siapa pun yang mencintai Manchester United. Ini bukan jaminan kesuksesan instan, tetapi ini adalah fondasi—sebuah batu pijakan yang kokoh di mana Ruben Amorim dapat mulai membangun kembali kejayaan Setan Merah.

Ai art generator

AI Image Generator Widget

AI Art Generator

Ubah imajinasi dan kalimat Anda menjadi gambar visual yang menakjubkan.

AI

Auto Artikel Spinner

 Blogger Auto Rewrite

Copy link artikel, rewrite otomatis, posting ke Blogger dengan aman.

{/* Sidebar Controls */}
{/* Input URL */}
setUrl(e.target.value)} placeholder="https://contoh.com/artikel..." className="w-full px-4 py-2 border border-gray-300 rounded-lg focus:ring-2 focus:ring-orange-500 focus:border-orange-500 outline-none text-sm" />
{statusMsg &&

{statusMsg}

}
{/* Settings */}
{/* Stats */}

Estimasi Keunikan

{uniqueness}%

*Semakin tinggi %, semakin beda dari asli.

{/* Main Editor */}

Editor Hasil

Bisa diedit manual
{/* Editable Div mimicking a Rich Text Editor */}
Hasil rewrite akan muncul di sini. Anda juga bisa paste teks manual di sini...
' }} onInput={(e) => setProcessedText(e.currentTarget.innerHTML)} > {/* Footer Actions */}
{/* Disclaimer */}

Tips SEO: Gunakan mode "Hard" untuk keunikan tinggi, namun pastikan Anda membaca ulang hasilnya. Google lebih menyukai artikel yang enak dibaca manusia daripada artikel yang 100% unik tapi bahasanya aneh. Jangan lupa ganti Judul artikel.

); } ​import React, { useState, useEffect, useRef } from 'react'; import { FileText, Globe, RefreshCw, Copy, ShieldCheck, AlertTriangle, ArrowRight, Wand2, Layout } from 'lucide-react'; // Database Sinonim Bahasa Indonesia yang Luas const SYNONYM_DB = { "adalah": ["merupakan", "yaitu", "ialah", "yakni", "berupa", "sebagai"], "ini": ["tersebut", "hal ini", "perkara ini"], "itu": ["hal tersebut", "perkara itu", "objek tersebut"], "sangat": ["amat", "sungguh", "betul-betul", "luar biasa", "teramat", "ekstrem", "super"], "bagus": ["indah", "elok", "cantik", "menawan", "apik", "keren", "memukau", "elegan"], "membuat": ["menciptakan", "menyusun", "membangun", "membikin", "menghasilkan", "mengkreasi", "merancang"], "menggunakan": ["memakai", "memanfaatkan", "mendayagunakan", "mengaplikasikan", "mengoperasikan", "menerapkan"], "banyak": ["beragam", "sejumlah", "berbagai", "berlimpah", "melimpah", "banyak sekali", "segudang"], "cara": ["metode", "langkah", "teknik", "trik", "tips", "prosedur", "kiat", "strategi"], "penting": ["krusial", "signifikan", "utama", "esensial", "vital", "urgen", "mendesak"], "artikel": ["tulisan", "postingan", "konten", "bacaan", "ulasan", "naskah", "publikasi"], "situs": ["website", "laman", "portal", "web", "blog", "platform", "media online"], "mendapatkan": ["memperoleh", "meraih", "menggapai", "menemukan", "mengambil", "mendapat"], "informasi": ["kabar", "berita", "data", "fakta", "info", "wawasan", "pengetahuan"], "masalah": ["persoalan", "kendala", "hambatan", "problem", "isu", "kesulitan", "tantangan"], "solusi": ["jalan keluar", "pemecahan", "jawaban", "penyelesaian", "obat"], "terbaik": ["terunggul", "paling bagus", "nomor satu", "jempolan", "top", "pilihan"], "gratis": ["cuma-cuma", "bebas biaya", "tanpa bayar", "free"], "uang": ["dana", "biaya", "anggaran", "duit", "finansial", "kapital"], "karena": ["sebab", "dikarenakan", "lantaran", "akibat", "oleh karena", "berhubung"], "jika": ["apabila", "kalau", "bilamana", "seandainya", "misalkan", "jikalau"], "tetapi": ["namun", "tapi", "akan tetapi", "sedangkan", "melainkan", "hanya saja"], "dan": ["serta", "beserta", "juga", "ditambah", "sekaligus"], "atau": ["maupun", "ataupun", "bisa juga"], "seperti": ["bagai", "laksana", "semisal", "ibarat", "contohnya", "umpama"], "baru": ["anyar", "fresh", "terkini", "modern", "mutakhir", "aktual"], "lama": ["usang", "kuno", "lawas", "terdahulu", "lampau", "antik"], "mudah": ["gampang", "simpel", "sederhana", "praktis", "ringan", "enteng"], "sulit": ["susah", "sukar", "rumit", "kompleks", "pelik", "berbelit"], "cepat": ["kilat", "gesit", "tangkas", "kencang", "segera", "lekas", "instan"], "melihat": ["memandang", "menyaksikan", "menonton", "mengamati", "menengok", "melirik"], "berkata": ["berucap", "berbicara", "mengatakan", "menuturkan", "ujar", "menyebutkan"], "tempat": ["lokasi", "area", "kawasan", "zona", "posisi", "spot", "wilayah"], "waktu": ["masa", "saat", "momen", "periode", "tempo", "kala", "durasi"], "terjadi": ["berlangsung", "berjalan", "timbul", "muncul", "insiden", "kejadian"], "memberikan": ["menyajikan", "menyuguhkan", "menyerahkan", "membagikan", "mendonasikan", "memberi"], "percaya": ["yakin", "iman", "optimis", "konfiden"], "bingung": ["bimbang", "ragu", "kacau", "pusing", "linglung"], "bekerja": ["berkarya", "bertugas", "berprofesi", "beraktivitas", "mengabdi", "berkarier"], "belajar": ["menuntut ilmu", "mempelajari", "mendalami", "sekolah", "edukasi"], "sukses": ["berhasil", "jaya", "mujur", "beruntung", "gol", "pencapaian"], "gagal": ["kandas", "tumbang", "meleset", "batal", "gugur"], "harga": ["nilai", "tarif", "banderol", "cost", "biaya"], "bisnis": ["usaha", "niaga", "perdagangan", "komersial", "wirausaha"], "pemerintah": ["penguasa", "birokrasi", "negara", "otoritas"], "masyarakat": ["rakyat", "warga", "penduduk", "publik", "orang banyak", "komunitas"], "membeli": ["memborong", "berbelanja", "transaksi", "menebus", "bayar"], "menjual": ["memasarkan", "mendagangkan", "melego", "menawarkan"], "memiliki": ["mempunyai", "menguasai", "memegang", "menggenggam"], "mencoba": ["menjajal", "menguji", "mencicipi", "bereksperimen", "tes"], "paham": ["mengerti", "tahu", "mafum", "jelas", "menguasai"], "mungkin": ["barangkali", "boleh jadi", "bisa saja", "potensial", "kemungkinan"], "sering": ["kerap", "acap kali", "berulang kali", "rutin"], "jarang": ["langka", "sesekali", "tidak sering", "terkadang"], "selalu": ["senantiasa", "terus-menerus", "konsisten", "rutin", "abadi"], "untuk": ["bagi", "buat", "guna", "demi", "kepada"], "bisa": ["dapat", "mampu", "sanggup", "boleh"], "besar": ["luas", "akbar", "raksasa", "masif", "signifikan"], "kecil": ["mungil", "sempit", "sedikit", "mini", "minor"], "orang": ["individu", "manusia", "person", "seseorang"], "dunia": ["jagat", "bumi", "global", "semesta"], "hari": ["siang", "waktu", "kalender"], "tahun": ["periode", "masa", "dekade"], "hidup": ["nyawa", "kehidupan", "hayati"], "mati": ["wafat", "tewas", "gugur", "meninggal"], "senang": ["bahagia", "gembira", "ceria", "sukacita"], "sedih": ["murung", "duka", "kecewa", "pilu"] }; export default function BloggerGenerator() { const [url, setUrl] = useState(''); const [originalText, setOriginalText] = useState(''); const [processedText, setProcessedText] = useState(''); const [isLoading, setIsLoading] = useState(false); const [spinLevel, setSpinLevel] = useState('medium'); // soft, medium, hard const [uniqueness, setUniqueness] = useState(0); const [statusMsg, setStatusMsg] = useState(''); const outputRef = useRef(null); // Fungsi untuk membersihkan HTML dari URL external const cleanHTML = (htmlContent) => { const doc = new DOMParser().parseFromString(htmlContent, 'text/html'); // Hapus script, style, dan elemen pengganggu const badTags = ['script', 'style', 'iframe', 'noscript', 'header', 'footer', 'nav', 'aside', '.ads', '.sidebar', '.menu', '#comments']; badTags.forEach(tag => { const elements = doc.querySelectorAll(tag); elements.forEach(el => el.remove()); }); // Coba ambil konten utama let content = ''; const possibleSelectors = ['article', '.post-content', '.entry-content', '#content', '.main-content', '.read__content']; for (let selector of possibleSelectors) { const el = doc.querySelector(selector); if (el) { // Ambil paragraf saja agar bersih const paragraphs = el.querySelectorAll('p'); if (paragraphs.length > 0) { content = Array.from(paragraphs).map(p => `

${p.innerText}

`).join('\n'); break; } } } // Fallback: ambil semua P jika tidak ada container if (!content) { const ps = doc.querySelectorAll('p'); if (ps.length > 5) { content = Array.from(ps).map(p => `

${p.innerText}

`).join('\n'); } } return content || "

Gagal mengekstrak konten otomatis. Silakan copy-paste manual teksnya ke sini.

"; }; const fetchContent = async () => { if (!url) { setStatusMsg('Masukkan URL terlebih dahulu!'); return; } setIsLoading(true); setStatusMsg('Sedang mengambil data dari URL...'); setOriginalText(''); setProcessedText(''); try { // Menggunakan AllOrigins Proxy untuk bypass CORS const proxy = `https://api.allorigins.win/get?url=${encodeURIComponent(url)}`; const response = await fetch(proxy); const data = await response.json(); if (data.contents) { const cleanText = cleanHTML(data.contents); setOriginalText(cleanText); setStatusMsg('Berhasil mengambil artikel! Sedang memproses rewrite...'); setTimeout(() => processRewrite(cleanText), 500); } else { throw new Error('Konten kosong'); } } catch (error) { setStatusMsg('Gagal mengambil URL (Website memblokir akses). Silakan Copy-Paste manual teks aslinya.'); console.error(error); } finally { setIsLoading(false); } }; const processRewrite = (htmlInput = originalText) => { if (!htmlInput) return; // Parser sementara untuk memisahkan tag HTML dan Teks // Kita hanya me-spin teks di dalam tag, bukan tag HTML-nya const tempDiv = document.createElement('div'); tempDiv.innerHTML = htmlInput; let totalWords = 0; let changedWords = 0; const walkAndSpin = (node) => { if (node.nodeType === 3) { // Text Node const text = node.nodeValue; const tokens = text.split(/([\s\n\r,.!?;:"'()]+)/); const newTokens = tokens.map(token => { if (!token.trim()) return token; totalWords++; const lower = token.toLowerCase(); // Cek database if (SYNONYM_DB[lower]) { const synonyms = SYNONYM_DB[lower]; // Logika Level Spin let chance = 0.5; // Medium if (spinLevel === 'soft') chance = 0.2; if (spinLevel === 'hard') chance = 0.9; if (Math.random() < chance) { changedWords++; let chosen = synonyms[Math.floor(Math.random() * synonyms.length)]; // Pertahankan huruf besar awal if (token.charAt(0) === token.charAt(0).toUpperCase()) { chosen = chosen.charAt(0).toUpperCase() + chosen.slice(1); } return chosen; } } return token; }); node.nodeValue = newTokens.join(''); } else if (node.nodeType === 1 && node.tagName !== 'SCRIPT' && node.tagName !== 'STYLE') { // Rekursif ke anak elemen node.childNodes.forEach(child => walkAndSpin(child)); } }; walkAndSpin(tempDiv); setProcessedText(tempDiv.innerHTML); // Hitung persentase const percent = totalWords > 0 ? Math.round((changedWords / totalWords) * 100) : 0; setUniqueness(percent); setStatusMsg(`Selesai! Tingkat keunikan estimasi: ${percent}%`); }; const copyToClipboard = (text) => { // Ubah
jadi newline untuk plain text copy const temp = document.createElement('div'); temp.innerHTML = text; const plainText = temp.innerText; navigator.clipboard.writeText(plainText); alert('Teks berhasil disalin!'); }; const copyAsHTML = () => { navigator.clipboard.writeText(processedText); alert('HTML berhasil disalin! Paste di tab "HTML View" pada Blogger.'); }; return (
{/* Header */}

Blogger Auto Rewrite

Copy link artikel, rewrite otomatis, posting ke Blogger dengan aman.

{/* Sidebar Controls */}
{/* Input URL */}
setUrl(e.target.value)} placeholder="https://contoh.com/artikel..." className="w-full px-4 py-2 border border-gray-300 rounded-lg focus:ring-2 focus:ring-orange-500 focus:border-orange-500 outline-none text-sm" />
{statusMsg &&

{statusMsg}

}
{/* Settings */}
{/* Stats */}

Estimasi Keunikan

{uniqueness}%

*Semakin tinggi %, semakin beda dari asli.

{/* Main Editor */}

Editor Hasil

Bisa diedit manual
{/* Editable Div mimicking a Rich Text Editor */}
Hasil rewrite akan muncul di sini. Anda juga bisa paste teks manual di sini...
' }} onInput={(e) => setProcessedText(e.currentTarget.innerHTML)} > {/* Footer Actions */}
{/* Disclaimer */}

Tips SEO: Gunakan mode "Hard" untuk keunikan tinggi, namun pastikan Anda membaca ulang hasilnya. Google lebih menyukai artikel yang enak dibaca manusia daripada artikel yang 100% unik tapi bahasanya aneh. Jangan lupa ganti Judul artikel.

); }

Beragam Reaksi Netizen usai Maarten Paes 'Tepis' Rumor ke Persib Yanu Arifin - Sepakbola

 Beragam Reaksi Netizen usai Maarten Paes 'Tepis' Rumor ke Persib

Yanu Arifin - Sepakbola

Jumat, 26 Des 2025 18:20 WIB


Beragam Reaksi Netizen usai Maarten Paes 'Tepis' Rumor ke Persib  Yanu Arifin - Sepakbola



Jakarta - Maarten Paes bikin unggahan yang isinya 'menepis' rumor transfer ke Persib Bandung. Begini reaksi netizen mengomentarinya.

Paes bikin unggahan lewat akun X-nya. Kiper FC Dallas itu membagikan foto sedang berlatih bela diri, disertai keterangan bertuliskan yang meminta semua jangan percaya pemberitaan yang beredar.


"Jangan percaya segala yang kamu baca di berita! Aku sudah membaca beragam rumor dalam beberapa hari terakhir dan jujur saja, aku tidak tahu dari mana asalnya," tulis Paes.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saat ini, aku sedang bekerja keras di musim libur dan menikmati liburan di Asia. Terima kasih atas pengertiannya," tutup kiper berusia 27 tahun itu.


Unggahan itu dibagikan Maarten Paes, di tengah kencangnya rumor dirinya merapat ke Persib Bandung. Juara bertahan Liga 1 itu dikaitkan dengan kiper Tim Garuda musim dingin ini.


ADVERTISEMENT

Beberapa waktu lalu, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adithia Putra Herawan sempat menyinggung nama-nama pemain keturunan Timnas Indonesia yang berpotensi didatangkan. Salah satunya merupakan Paes.


Tak ayal, unggahan itu dinilai jadi bantahan halus Paes soal rumor transfernya ke Persib. Dan netizen ramai-ramai mengomentarinya.


Beberapa di antaranya mendukung Maarten Paes tidak melanjutkan karier ke Indonesia Super League. Sementara yang lain meledek Persib, yang dinilai gagal mendapatkan kiper top berkelas milik Timnas Indonesia.


Baca juga:

Maarten Paes Posting Begini, Bantah Rumor ke Persib Bandung?

"Jangan ke Liga Indonesia. Lebih baik kembangkan karier di luar negeri, tapi jangan ke Asia. Itu bagus buat kamu dan Indonesia," balas netizen.


"Ya, kami berharap kami tetap melanjutkan karier profesional di Amerika, atau Eropa. Berapa pun usiamu, klub sekelas Barcelona, Madrid, Muenchen, dan Inter Milan tetap percaya pada kiper di atas usia 30 tahun. Semangat bang Paes," netizen lain mengomentarinya.


"Iyaa soalnya belum diumumin resmi juga kok. Harus nepis rumor dulu biar agak surprise.. percaya mah di sosmed persib aja nnti jga umumin, klo belum resmi mah emang hoax," timpal netizen lainnya, yang masih yakin Paes dapat saja merapat.


"Akhirnya angkat bicara, kasian bang paes diribetin sama netizen Indo yg suka ngatur," jawab netizen lain.


Rumor Paes sebelumnya menguat usai Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adithia Putra Herawan sempat menyinggung nama-nama pemain keturunan Timnas Indonesia yang berpotensi didatangkan. Salah satunya merupakan Paes.


Apalagi, Persib juga sukses mendatangkan penggawa keturunan Timnas Indonesia sebelumnya. Thom Haye dan Eliano Reijnders merupakan dua nama yang sukses diajak merapat ke Stadion Si Jalak Harupat.


Meski begitu, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, juga sempat menepis halus rumor tersebut. Ia mengaku belum ada yang bicara soal pemain baru kepadanya, termasuk soal Maarten Paes.


Baca artikel sepakbola, "Beragam Reaksi Netizen usai Maarten Paes 'Tepis' Rumor ke Persib" selengkapnya https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-8278915/beragam-reaksi-netizen-usai-maarten-paes-tepis-rumor-ke-persib.


Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Auto Rewriter Artikel

Audio Converter Pro

Audio Converter Pro for Blogger

Audio Converter Pro

Convert MP3, WAV, M4A ke format pilihan Anda secara instan.

Pilih atau Seret File Audio
Mendukung banyak format audio
📄 file.mp3 0 MB
Menyiapkan...
HASIL KONVERSI

Download File Selesai

Jumat, 11 Juli 2025

Promotion Link